Sebuah Alasan Kenapa Nonaktifkan Read Receipts WhatsApp

whatsapp-read-receipt

Di aplikasi WhatsApp ada sebuah fitur yang bernama Read Receipts. Fitur ini adalah penentu centang biru saat mengirim pesan ke seseorang. Jika fitur ini di aktifkan, maka setiap kali mengirim pesan dan dibaca oleh si penerima maka centang dua akan berubah warna biru dari sebelumnya abu-abu.

Sebaliknya, jika dinonaktifkan maka tidak akan ada tanda centang biru ketika pesan sudah dibaca. Makanya, yang menonaktifkan fitur ini dia tidak akan tahu apakah pesan sudah dibaca atau belum.

Aku sendiri lebih memilih untuk menonaktifkan fitur read receipts ini. Alasannya sebenarnya sih cukup sederhana, tapi yang paling utama adalah agar lebih tenang aja.

Kok bisa matikan Read Receipts bikin lebih tenang?

Sebenarnya ya bisa aja sih, tergantung dari masing-masing orangnya saja. Tapi bagi aku yang ga mau dibikin ribet oleh hal-hal kecil seperti nungguin centang biru whatsapp akan sangat penting untuk menonaktifkan fitur ini.

Karena jika aku aktifkan fitur ini, tiap kali ngirim pesan sudah pasti aku akan ngecek “sudah centang biru ga ya?“, “Sudah centang biru tapi kok belum dibales?” Kan ga sehat untuk hati dan perasaan. ehehe

Apalagi dengan diaktifkannya read receipts, setiap kali bikin story di whatsapp kita bisa cek siapa saja yang sudah lihat story yang kita buat. Karena aku punya sisi yang ‘bodo amat lah’, makanya menonaktifkan fitur ini bisa membuatku lebih ‘bodo amatlah siapa yang sudah lihat, siapa yang belum’.

Sebaliknya jika aku aktifkan, aku takut akan punya pikiran seperti ‘duh, kok dia belum lihat story-ku ya?’. Kan bikin kepikiran wkwk

Yah, intinya menonaktifkan fitur read receipt adalah karena aku tidak mau ribet dengan hal-hal kecil seperti yang sudah kujelaskan di atas. Dan dengan semua itu menjadikan aku lebih tenang. Tidak perlu report ngecek centang biru atau view count story whatsapp.

Itu semua karena ‘bodo amat mau dibaca apa nggak’, ‘bodo amat mau dibaca doang tapi ga dibales’. Seperti ‘aku sudah minta maaf, perihal mau dimaafkan apa nggak itu hakmu’, Anjay!

Nah, untuk foto profil juga tidak aku tampilkan (kadang-kadang sih) adalah karena aku belum menemukan sebuah foto yang kalau kata fiersa besari ‘anjir gua berasa ganteng banget di foto ini’. Seperti itulah hehe

Salam.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *